Sabtu, 29 Desember 2012

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL DAN MENYELIDIKI UNSUR-UNSUR BANGUN DATAR MELALUI METODE KERJA KELOMPOK PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI HARAPAN BANGSA LIDAH WETAN SURABAYA 2011



PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL DAN MENYELIDIKI UNSUR-UNSUR BANGUN DATAR MELALUI METODE KERJA KELOMPOK PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI HARAPAN BANGSA LIDAH WETAN SURABAYA 2011

Description: Logo.jpg

Nama :
KHUSTYAWAN EKA PUTRA HANDANA
NIM :
091644216


JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

BAB I

PENDAHULUAN


1.1        Latar Belakang Masalah
Berbagai metode dalam  pembelajaran Matematika telah sering dilaksanakan oleh guru. Hal itu dilakukan agar siswa memiliki kemampuan memahami materi yang  sedang dibahas. Guru berusaha agar setiap siswa bisa mengikuti proses belajar mengajar tanpa mendapatkan hambatan yang berarti. Oleh karena itu, berbagai usaha dilakukan, berbagai metode coba diterapkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.
Sementara itu, pembelajaran materi Matematika seharusnya menyenangkan dan tidak membuat siswa menjadi jenuh atau bosan. Siswa seharusnya senang belajar dan mudah dalam memahami materi mata pelajaran Matematika. Kenyataannya, siswa masih sering mengalami kesulitan dalam mempelajari materi mata pelajaran Matematika, misalnya mengenai bangun datar.
Selama ini, guru masih menggunakan cara lama yaitu langsung memberikan materi begitu saja. Termasuk dalam membelajarkan siswa mengenai  unsur-unsur bangun datar. Siswa langsung menerima materi tentang bangun datar, tanpa memberi kesempatan melakukan penyelidikan terlebih dahulu. Hal itu membuat siswa menjadi tidak aktif dalam menemukan sendiri unsur-unsur bangun datar tertentu yang sedang dipelajari.
Sebaiknya, siswa belajar menemukan sendiri unsur-unsur bangun datar. Guru memberikan bimbingan seperlunya agar siswa aktif melakukan percobaan maupun penyelidikan mengenai unsur-unsur bangun datar. Dalam hal ini, siswa dianggap sebagai subjek dalam belajar. Siswa belajar menemukan sendiri kesimpulan mengenai unsur-unsur bangun datar.
Dalam usaha agar siswa aktif  menemukan sendiri unsur-unsur bangun datar, maka guru bisa menggunakan metode kerja kelompok.  Manfaat  metode kerja kelompok agar siswa mampu bekerja sama dan bertukar pikiran mengenai masalah yang perlu dipecahkan bersama. Melalui kerja kelompok, siswa diharapkan dapat menyelesaikan  kesulitan bersama dalam pelajaran. Selain  itu, siswa terbiasa bekerja sama  yang mana  kebiasaan bekerja sama dengan orang lain juga dibutuhkan dalam kehidupan siswa sehari-hari.
Sebagaimana disebutkan di atas, dengan melakukan kerja kelompok  siswa belajar bekerja sama dan memecahkan masalah bersama sehingga kemampuan siswa dalam megenal dan menyelidiki unsur-unsur bangun datar menjadi lebih meningkat. Oleh karena metode kerja kelompok dianggap bermanfaat dalam  meningkatkan prestasi hasil belajar siswa khususnya yang berhubungan dengan mengenal dan menyelidiki unsur-unsur bangun datar, maka perlu diadakan penelitian tindakan kelas. Oleh karena itu, penelitian tindakan kelas ini diberi judul Peningkatan Kemampuan Mengenal dan Menyelidiki Unsur-Unsur Bangun Datar Melalui Metode Kerja Kelompok Pada Siswa Kelas IV  SD  Negeri Harapan Bangsa Lidah Wetan Surabaya 2011”.

1.2        Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang ada dalam penelitian ini dirumuskan dalam bentuk pertanyaan sebagaimana berikut ini :
1.      Apakah  metode kerja kelompok dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas IV SD Negeri Harapan Bangsa Lidah Wetan 2011 dalam mengenal dan menyelidiki unsur-unsur bangun datar ?


1.3        Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian  ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas IV SD Negeri Harapan Bangsa Lidah Wetan 2011, dalam mengenal dan menyelidiki unsur-unsur bangun datar melalui metode kerja kelompok.

1.4        Manfaat Hasil Penelitian
1.4.1        Bagi Siswa
                                          ·          Hasil penelitian ini dapat memberikan semangat kepada siswa agar lebih aktif dalam belajar Matematika melalui kerja kelompok.
1.4.2        Bagi Guru
                                          ·          Hasil penelitian ini dapat memberi mendorong guru untuk menggunakan metode kerja kelompok sebagai salah satu metode dalam usaha mengaktifkan siswa dalam belajar.
1.4.3        Bagi Kepala Sekolah
                                          ·          Hasil penelitian ini dapat dijadikan salah satu bahan masukan dan bahan pertimbangan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di SD Negeri Harapan Bangsa Lidah Wetan.




BAB II

KAJIAN PUSTAKA


2.1        Pembelajaran Matematika

2.1.1        Pengertian Matematika

Matematika  merupakan  bahan  kajian yang memiliki objek abstrak dan dibangun melalui proses penalaran deduktif, yaitu kebenaran suatu konsep diperoleh sebagai akibat logis dari kebenaran sebelumnya sudah diterima, sehingga keterkaitan antar konsep dalam matematika bersifat sangat kuat dan jelas. Dalam pembelajaran Matematika agar mudah dimengerti oleh siswa, proses penalaran induksi dapat dilakukan pada awal pembelajaran dan kemudian dilanjutkan dengan proses penalaran deduktif untuk menguatkan pemahaman yang sudah dimiliki oleh siswa.
2.1.2        Fungsi dan Tujuan Matematika
Matematika berfungsi untuk mengembangkan kemampuan bernalar melalui kegiatan penyelidikan, eksplorasi dan eksperimen sebagai alat pemecahan masalah melalui pola pikir dan model matematika serta sebagai alat komunikasi melalui simbol, tabel, grafikdan diagram dalam menjelaskan gagasan. Tujuan pembelajaran matematika adalah melatih cara berpikir secara sistematis, logis, kritis, kreatif, dan konsisten. Hal tersebut sangat dibutuhkan agar siswa memiliki sikap percaya diri yang lebih baik.
2.1.3        Ruang Lingkup Mata Pelajaran Matematika di Sekolah Dasar
Standar Kompetensi Matematika merupakan seperangkat kompetensi matematika yang dibakukan dan harus dicapai oleh siswa pada akhir periode pembelajaran. Standart ini dikelompokkan dalam Kemahiran Matematika, Bilangan, Pengukuran dan Geometri, Aljabar, Statistika dan Peluang, Trigonometri, dan Kalkulus.
2.1.4        Standar Kompetensi Bahan Kajian Matematika di Sekolah Dasar
Kecakapan atau kemahiran matematika yang diharapkan dapat tercapai dalam belajar matematika mulai dari SD dan MI sampai SMA dan MA, adalah sebagai berikut.
a.       Menunjukkan pemahaman konsep matematika yang dipelajari, menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah.
b.      Memiliki kemampuan mengomunikasikan gagasan dengan menggunakan simbol, tabel, grafik atau diagram untuk memperjelas keadaan atau masalah tertentu.
c.       Menggunakan penalaran pada pola, sifat atau melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan  matematika.
d.      Menunjukkan kemampuan strategik dalam, merumuskan, menafsirkan, dan menyelesaikan model matematika dalam pemecahan masalah.
e.       Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan.
Kecakapan tersebut dicapai, dengan memilih materi matematika melalui aspek berikut.

2.1.4.1        Bilangan

a.       Melakukan dan menggunakan sifat-sifat operasi hitung bilangan dalam pemecahan masalah.
b.      Menaksir hasil operasi hitung.

2.2.4.2               Pengukuran dan Geometri

a.       Mengidentifikasi bangun datar dan bangun ruang menurut sifat, unsur, atau kesebangunannya.
b.      Melakukan operasi hitung yang melibatkan keliling, luas, volume, dan satuan pengukuran.
c.       Menaksir ukuran (misal: panjang, luas, volume) dari benda atau bangun geometri.
d.      Mengaplikasikan konsep geometri dalam menentukan posisi, jarak, sudut, dan transformasi, dalam pemecahan masalah dalam mata pelajaran Matematika.

2.2.4.3        Peluang dan statistika

a.       Mengumpulkan, menyajikan, dan menafsirkan data agar data menjadi jelas dan mudah dimengerti.
b.      Menentukan dan menafsirkan peluang suatu kejadian tertentu dan ketidakpastian.

2.2.4.4              Trigonometri

a.       Menggunakan perbandingan, fungsi, persamaan dan identitas trigonometri dalam pemecahan masalah.

2.2.4.5        Aljabar

a.       Melakukan operasi hitung dan manipulasi aljabar pada persamaan, pertidaksamaan, dan fungsi, yang meliputi: bentuk linear, kuadrat, dan suku banyak, eksponen dan logaritma, barisan dan deret, matriks, dan vektor, dalam pemecahan masalah.
2.2.5        Standar Kompetensi Mata Pelajaran Matematika Sekolah Dasar
Kemampuan matematika yang dipilih dalam standar kompetensi ini dirancang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan siswa dengan memperhatikan perkembangan pendidikan matematika di dunia sekarang ini. Untuk mencapai kompetensi tersebut dipilih materi-materi matematika dengan memperhatikan struktur keilmuan, tingkat kedalaman materi, serta sifat esensial materi dan keterpakaiannya dalam kehidupan sehari-hari. Secara rinci, standar kompetensi tersebut  dijelaskan sebagaimana berikut ini.

2.2.5.2        Bilangan

a.       Menggunakan bilangan dalam pemecahan masalah.
b.      Menggunakan operasi hitung bilangan dalam pemecahan masalah.
c.       Menggunakan konsep bilangan cacah dan pecahan dalam pemecahan masalah.
d.      Menentukan sifat-sifat operasi hitung, faktor, kelipatan bilangan bulat dan pecahan serta menggunakannya dalam pemecahan masalah.
e.       Melakukan operasi hitung bilangan bulat dan pecahan, serta menggunakannya dalam pemecahan masalah.

2.2.5.3        Pengukuran dan Geometri
a.       Melakukan pengukuran, mengenal bangun datar dan bangun ruang, serta menggunakannya  dalam pemecahan masalah sehari-hari.
b.      Melakukan pengukuran, menentukan unsur bangun datar dan menggunakannya dalam pemecahan masalah.
c.       Melakukan     pengukuran     keliling    dan    luas    bangun    datar     dan menggunakannya  dalam pemecahan masalah.
d.      Melakukan pengukuran, menentukan sifat dan unsur bangun ruang, menentukan kesimetrian bangun datar serta menggunakannya dalam pemecahan masalah.
e.       Mengenal sistem koordinat pada bidang datar.

2.3        Unsur-unsur Bagun Datar
2.3.4        Unsur Bangun Datar Persegi



Bangun datar persegi memiliki unsur-unsur sebagai berikut :
a.       Memiliki 4 buah sisi yang sama panjang.
b.      Memiliki 2 pasang sisi berhadapan sejajar.
c.       Memiliki 4 buah titik sudut.
d.      Keempat sudutnya siku-siku atau besarnya masing-masing 900.
e.       Memiliki 4 simetri lipat.
f.       Memiliki 4 simetri putar.

2.3.5        Unsur Bangun Datar Persegipanjang


 




Bangun datar persegi panjang memiliki unsur-unsur sebagai berikut :
a.       Memiliki 4 buah sisi.
b.      Memiliki 2 pasang sisi berhadapan sama panjang dan sejajar.
c.       Memiliki 4 buah titik sudut.
d.      Keempat sudutnya siku-siku atau besarnya masing-masing 900.
e.       Memiliki 2 simetri lipat.
f.       Memiliki 2 simetri putar.
2.4        Metode Kerja Kelompok
2.4.4        Pengertian Kerja Kelompok
Istilah kerja kelompok dapat diartikan sebagai bekerjanya sejumlah siswa, baik sebagai anggota kelas secara keseluruhan atau sudah terbagi menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil, untuk mencapai suatu tujuan tertentu secara bersama-sama. Selain itu, kerja kelompok juga ditandai oleh:
1.      Adanya tugas bersama,
2.      Pembagian tugas dalam kelompok, dan
3.      Adanya kerja sama antara anggota kelompok dalam penyelesaian tugas kelompok.
2.4.5        Tujuan Pemakaian Metode Kerja kelompok
Metode kerja kelompok digunakan dalam proses belajar mengajar dengan tujuan:
1.      Memupuk kemauan dan kemampuan kerja sama di antara para siswa.
2.      Meningkatkan keterlibatan sosio-emosional dan intelektual para siswa dalam proses belajar mengajar yang diselenggarakan.
3.      Meningkatkan perhatian terhadap proses dan hasil dari proses belajar mengajar secara berimbang.
2.4.6        Jenis-jenis Pengelompokan
Dalam penerapan metode kerja kelompok, guru dituntut untuk memiliki keterampilan melakukan pengelompokan terhadap para siswanya. Ada berbagai jenis cara pengelompokan yang dapat dilaksanakan oleh guru, cara-cara tersebut adalah :
1.      Pengelompokan didasarkan atas ketersediaan fasilitas.
Suatu pengelompokan yang dilakukan karena fasilitas belajar yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah yang dibutuhkan. Untuk kepentingan praktis, kelompok dibagi berdasarkan jumlah fasilitas yang tersedia.
2.      Pengelompokan atas dasar perbedaan individu dalam minat belajar.
Pengelompokan ini dilaksanakan apabila untuk kepentingan perkembangan setiap siswa dianggap perlu untuk lebih banyak memberikan kesempatan mengembangkan minat dan kemampuan masing-masing.
3.      Pengelompokan dilaksanakan atas dasar perbedaan individual dalam kemampuan belajar.
Pengelompokan ini dilaksanakan apabila untuk kepentingan lancarnya kegiatan dibutuhkan kemampuan tertentu para anggota kelompok. Pengelompokan ini juga diperlukan terutama pada waktu guru menghadapi komposisi keanggotaan kelompok yang sangat heterogen kecakapannya. Cara pengelompokan ini akan menghasilkan kelompok yang homogen kecakapannya atau kelompok yang heterogen kecakapannya.
4.      Pengelompokan untuk memperoleh dan memperbesar partisipasi siswa sebagai anggota kelompok.
Pengelompokan ini dilaksanakan oleh guru, jika menganggap partisipasi siswa diperlukan untuk menyelesaikan tugas. Kelas dapat dibagi dalam kelompok-kelompok yang relatif kecil (3-4orang), sehingga setiap anggota kelompok dapat dijamin kepastiannya terlibat dalam kerja kelompok.
2.4.7        Peranan Guru dan Variabel Penentu Keberhasilan dalam Pelaksanaan Metode Kerja Kelompok
Guru sangat berkepentingan terhadap variabel penentu keberhasilan palaksanaan kerja kelompok, dikarenakan oleh dua sebab utama. Pertama, dikarenakan variabel penentu tersebut digunakan untuk menetapkan taraf keberhasilan proyek kelompok. Dan sebab kedua, hal tersebut digunakan oleh guru untuk keperluan mengerti kelompok-kelompok dengan lebih baik.
Variabel-variabel yang menentukan keberhasilan kerja kelompok meliputi :
1.      Tujuan yang jelas.
2.      Interaksi anggota kelompok.
3.      Kepemimpinan kelompok.
4.      Suasana kerja kelompok.
5.      Tingkat kesulitan tugas.
Keberhasilan pemakaian metode kerja kelompok selain ditentukan oleh variabel-variabel seperti diuraikan sebelumnya, ditentukan oleh kemampuan  atau  kecakapan  guru  dalam menjalankan peran-perannya.
guru dalam pemakaian metode kerja kelompok, meliputi :
1.        Guru sebagai pengelola (manajer), yakni peran guru membantu para siswa mengorganisasi diri, mengatur tempat duduk dan bahan-bahan yang diperlukan.
2.        Guru sebagai pengamat (observer), yakni peran guru untuk mengamati dinamika kelompok (perubahan dan perkembangan interaksi dalam kelompok), sehingga guru dapat mengarahkan dan membantunya bila diperlukan.
3.        Guru sebagai pemberi saran (advisor), yakni peran guru untuk memberikan saran-saran kepada kelompok tentang penyelesaian tugas kelompok bila diperlukan.
4.        Guru sebagai penilai (evaluator), yakni peran guru untuk menilai proses dan hasil kerja kelompok.


2.5        Hubungan Teori Antara Variabel Permasalahan dengan Variabel Tindakan
Telah dijelaskan pada bab sebelumnya bahwa tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas IV SD Negeri Harapan Bangsa Lidah Wetan Surabaya tahun 2011 dalam mengenal dan menyelidiki unsur-unsur bangun datar melalui metode discovery. Dengan kata lain, ingin variabel permasalahan ditingkatkan atau mendapat pengaruh positif dari variabel tindakan. Variabel permasalahan yang dimaksud adalah “kemampuan   mengenal  dan  menyelidiki   unsur-unsur   bangun   datar”.
Sedangkan variabel tindakan adalah “metode kerja kelompok”.
Dengan adanya variabel tindakan yang berupa “metode kerja kelompok”, diduga akan memberi pengaruh positif dan dapat meningkatkan variabel permasalahan yang berupa “kemampuan mengenal dan menyelidiki unsur-unsur bangun datar”. Hal itu berarti, dengan menggunakan metode kerja kelompok, maka akan dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas IV SD Negeri Harapan Bangsa Lidah Wetan Surabaya tahun 2011 dalam mengenal dan menyelidiki unsur-unsur bangun datar.
Dengan demikian, dalam bab-bab selanjutnya diharapkan dapat terjawab hipotesis tindakan dalam penelitian ini, yaitu “jika siswa menggunakan metode kerja kelompok, maka kemampuan siswa kelas IV SD Negeri Harapan Bangsa Lidah Wetan Surabaya tahun 2011  dalam mengenal dan menyelidiki unsur-unsur bangun datar akan meningkat”.




DAFTAR KATA KERJA OPERASIONAL



Contoh Daftar Kata Kerja Operasional Ranah Kognitif
Pengetahuan/C1
Pemahaman/C2
Penerapan/C3
Analisis/C4
Sintesis/C5
Penilaian/C6
Mengutip
Menyebutkan
Menjelaskan
Menggambar
Membilang
Mengidentifikasi
Mendaftar
Menunjukkan
Memberi label
Memberi indek
Memasangkan
Menamai
Menandai
Membaca
Menyadari
Menghafal
Meniru
Mencatat
Mengulang
Mereproduksi
Meninjau
Menyatakan
Mempelajari
Mentabulasi
Menelusuri
Menulis
Memperkirakan
Mengkategorikan
Mencirikan
Merinci
Mengasosiasikan
Membandingkan
Menghitung
Mengkontraskan
Mengubah
Mempertahankan
Menguraikan
Menjalin
Membedakan
Mendiskusikan
Menggali
Mencontohkan
Menerangkan
Mengemukakan
Mempolakan
Memperluas
Menyimpulkan
Meramalkan
Merangkum
Menjabarkan
Menugaskan
Mengurutkan
Menentukan
Menerapkan
Menyesuaikan
Mengkalkulasi
Memodifikasi
Mengklasifikasi
Menghitung
Membangun
Mengurutkan
Menentukan
Menggambarkan
Menggunakan
Menilai
Melatih
Mengemukakan
Menyelidiki
Mengoperasikan
Melaksanakan
Meramalkan
Memproduksi
Memproses
Mengaitkan
Menyusun
Memecahkan
Melakukan
Mentabulasi
Menganalisis
Mengaudit
Memecah
Menegaskan
Mendeteksi
Mendiagnosis
Menyeleksi
Memerinci
Menominasikan
Mendiagramkan
Mengorelasikan
Merasionalkan
Menguji
Mencerahkan
Menjelajah
Membagankan
Menyimpulkan
Menemukan
Menelaah
Memaksimalkan
Memerintahkan
Mengedit
Mengaitkan
Memilih
Mengukur
Melatih
Menstranfer
engabstraksi
Mengatur
Menganimasi
Mengumpulkan
Mengkategorikan
Mengkode
Mengombinasikan
Menyusun
Mengarang
Membangun
Menanggulangi
Menghubungkan
Menciptakan
Mengoreksi
Merancang
Merencanakan
MeningkMatkan
Memfasilitasi
Membentuk
Merumuskan
Menggeneralisasi
Menggabungkan
Memadukan
Mereparasi
Menampilkan
Menyiapkan Memproduksi
Merekonstruksi
Membandingkan
Menyimpulkan
Menilai
Mengarahkan
Mengkritik
Menimbang
Memutuskan
Memisahkan
Memprediksi
Memperjelas
Menugaskan
Menafsirkan
Mempertahankan
Memerinci
Mengukur
Membuktikan
Memvalidasi
Mengetes
Mendukung
Memilih
Memproyeksikan Merangkum

C7 ketrampilan

Contoh Daftar Kata Kerja Operasional Untuk Ranah Psikomotor
Mengaktifkan
Menyesuaikan
Menggabungkan
Melamar
Mengatur
Mengumpulkan
Menimbang
Memperkecil
Membangun
Mengubah
Membersihkan
Memposisikan
Mengkontruksi
Mengoreksi
Mendemonstrasikan
Merancang
Memilah
Melatih
Memperbaiki
Mengidentifikasikan
Mengisi
Menempatkan
Membuat
Memanipulasi
Mereparasi
Mencampur
Mengalihkan
Menggantikan
Memutar
Mengirim
Memindahkan
Mendorong
Menarik
Memproduksi
Mencampur
Mengoperasikan
Mencampur
Mengemas
Membungkus
Mengalihkan
Mempertajam
Membentuk
Memadankan
Menggunakan
Memulai
Menyetir
Menjeniskan
Menempel
Mensketsa
Melonggarkan
Menimbang

Contoh Daftar Kata Kerja Operasional Untuk Ranah Afektif
Menerima
Menanggapi
Menilai
Mengelola
Menghayati
Memilih
Mempertanyakan
Mengikuti
Memberi
Menganut
Mematuhi
Meminati
Menjawab
Membantu
Mengajukan
Mengompromikan
Menyenangi
Menyambut
Mendukung
Menyetujui
Menampilkan
Melaporkan
Memilih
Mengatakan
Memilah
Mengasumsikan
Meyakini
Melengkapi
Meyakinkan
Memperjelas
Memprakarsai
Mengimani
Mengundang
Menggabungkan
Memperjelas
Mengusulkan
Menekankan
Menyumbang
Menganut
Mengubah
Menata
Mengklasifikasikan
Mengombinasikan
Mempertahankan
Membangun
Membentuk pendapat
Memadukan
Mengelola
Menegosiasi
Merembuk
Mengubah perilaku
Berakhlak mulia
Mempengaruhi
Mendengarkan
Mengkualifikasi
Melayani
Menunjukkan
Membuktikan
Memecahkan