PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL DAN MENYELIDIKI
UNSUR-UNSUR BANGUN DATAR MELALUI METODE KERJA KELOMPOK PADA SISWA KELAS
IV SD NEGERI HARAPAN BANGSA
LIDAH WETAN SURABAYA 2011

Nama :
KHUSTYAWAN EKA PUTRA HANDANA
NIM :
091644216
JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang Masalah
Berbagai metode dalam pembelajaran
Matematika telah sering dilaksanakan oleh guru. Hal itu dilakukan agar siswa
memiliki kemampuan memahami materi yang
sedang dibahas. Guru berusaha agar setiap siswa bisa mengikuti proses
belajar mengajar tanpa mendapatkan hambatan yang berarti. Oleh karena itu,
berbagai usaha dilakukan, berbagai metode coba diterapkan untuk mencapai tujuan
pembelajaran yang diharapkan.
Sementara itu, pembelajaran materi Matematika seharusnya menyenangkan dan
tidak membuat siswa menjadi jenuh atau bosan. Siswa seharusnya senang belajar
dan mudah dalam memahami materi mata pelajaran Matematika. Kenyataannya, siswa
masih sering mengalami kesulitan dalam mempelajari materi mata pelajaran
Matematika, misalnya mengenai bangun datar.
Selama ini, guru masih menggunakan cara lama yaitu langsung memberikan
materi begitu saja. Termasuk dalam membelajarkan siswa mengenai unsur-unsur bangun datar. Siswa langsung
menerima materi tentang bangun datar, tanpa memberi kesempatan melakukan
penyelidikan terlebih dahulu. Hal itu membuat siswa menjadi tidak aktif dalam
menemukan sendiri unsur-unsur bangun datar tertentu yang sedang dipelajari.
Sebaiknya, siswa belajar menemukan sendiri unsur-unsur bangun datar. Guru
memberikan bimbingan seperlunya agar siswa aktif melakukan percobaan maupun penyelidikan
mengenai unsur-unsur bangun datar. Dalam hal ini, siswa dianggap sebagai subjek
dalam belajar. Siswa belajar menemukan sendiri kesimpulan mengenai unsur-unsur
bangun datar.
Dalam usaha agar siswa aktif menemukan
sendiri unsur-unsur bangun datar, maka guru bisa menggunakan metode kerja
kelompok. Manfaat metode kerja kelompok agar siswa mampu
bekerja sama dan bertukar pikiran mengenai masalah yang perlu dipecahkan bersama.
Melalui kerja kelompok, siswa diharapkan dapat menyelesaikan kesulitan bersama dalam pelajaran. Selain itu, siswa terbiasa bekerja sama yang mana kebiasaan bekerja sama dengan orang lain juga
dibutuhkan dalam kehidupan siswa sehari-hari.
Sebagaimana
disebutkan di atas, dengan melakukan kerja kelompok siswa belajar bekerja sama dan memecahkan
masalah bersama sehingga kemampuan siswa dalam megenal dan menyelidiki
unsur-unsur bangun datar menjadi lebih meningkat. Oleh karena metode kerja
kelompok dianggap bermanfaat dalam meningkatkan prestasi hasil belajar siswa
khususnya yang berhubungan dengan mengenal dan menyelidiki unsur-unsur bangun
datar, maka perlu diadakan penelitian tindakan kelas. Oleh karena itu,
penelitian tindakan kelas ini diberi judul “Peningkatan Kemampuan Mengenal dan
Menyelidiki Unsur-Unsur Bangun Datar Melalui Metode Kerja Kelompok Pada Siswa Kelas IV SD Negeri Harapan Bangsa Lidah Wetan Surabaya
2011”.
1.2
Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang ada dalam penelitian ini dirumuskan
dalam bentuk pertanyaan sebagaimana berikut ini :
1. Apakah
metode kerja kelompok dapat meningkatkan
kemampuan siswa kelas IV SD Negeri
Harapan Bangsa Lidah Wetan 2011 dalam mengenal dan menyelidiki
unsur-unsur bangun datar ?
1.3
Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk
meningkatkan kemampuan siswa kelas IV SD Negeri
Harapan Bangsa Lidah Wetan 2011, dalam mengenal dan menyelidiki
unsur-unsur bangun datar melalui metode kerja kelompok.
1.4
Manfaat Hasil Penelitian
1.4.1
Bagi Siswa
·
Hasil penelitian ini dapat memberikan semangat
kepada siswa agar lebih aktif dalam belajar Matematika melalui kerja kelompok.
1.4.2
Bagi Guru
·
Hasil penelitian ini dapat memberi mendorong
guru untuk menggunakan metode kerja kelompok sebagai salah satu metode dalam
usaha mengaktifkan siswa dalam belajar.
1.4.3
Bagi Kepala Sekolah
·
Hasil penelitian ini dapat dijadikan salah satu
bahan masukan dan bahan pertimbangan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di
SD Negeri Harapan Bangsa Lidah Wetan.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1
Pembelajaran Matematika
2.1.1 Pengertian Matematika
Matematika merupakan
bahan kajian yang memiliki objek
abstrak dan dibangun melalui proses penalaran deduktif, yaitu kebenaran suatu
konsep diperoleh sebagai akibat logis dari kebenaran sebelumnya sudah diterima,
sehingga keterkaitan antar konsep dalam matematika bersifat sangat kuat dan
jelas. Dalam pembelajaran Matematika agar mudah dimengerti oleh siswa, proses
penalaran induksi dapat dilakukan pada awal pembelajaran dan kemudian
dilanjutkan dengan proses penalaran deduktif untuk menguatkan pemahaman yang
sudah dimiliki oleh siswa.
2.1.2
Fungsi dan Tujuan Matematika
Matematika
berfungsi untuk mengembangkan kemampuan bernalar melalui kegiatan penyelidikan,
eksplorasi dan eksperimen sebagai alat pemecahan masalah melalui pola pikir dan
model matematika serta sebagai alat komunikasi melalui simbol, tabel, grafikdan
diagram dalam menjelaskan gagasan. Tujuan pembelajaran matematika adalah melatih cara berpikir secara sistematis,
logis, kritis, kreatif, dan konsisten. Hal tersebut sangat dibutuhkan agar
siswa memiliki sikap percaya diri yang lebih baik.
2.1.3
Ruang Lingkup Mata Pelajaran Matematika di Sekolah Dasar
Standar
Kompetensi Matematika merupakan seperangkat kompetensi matematika yang
dibakukan dan harus dicapai oleh siswa pada akhir periode pembelajaran. Standart ini dikelompokkan dalam Kemahiran
Matematika, Bilangan, Pengukuran dan Geometri, Aljabar, Statistika dan Peluang,
Trigonometri, dan Kalkulus.
2.1.4
Standar Kompetensi Bahan Kajian Matematika di Sekolah Dasar
Kecakapan atau kemahiran
matematika yang diharapkan dapat tercapai dalam belajar matematika mulai dari
SD dan MI sampai SMA dan MA, adalah sebagai berikut.
a.
Menunjukkan
pemahaman konsep matematika yang dipelajari, menjelaskan keterkaitan
antarkonsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat,
efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah.
b.
Memiliki
kemampuan mengomunikasikan gagasan dengan menggunakan simbol, tabel, grafik
atau diagram untuk memperjelas keadaan atau masalah tertentu.
c.
Menggunakan
penalaran pada pola, sifat atau melakukan manipulasi matematika dalam membuat
generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika.
d.
Menunjukkan
kemampuan strategik dalam, merumuskan, menafsirkan, dan menyelesaikan model
matematika dalam pemecahan masalah.
e.
Memiliki
sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan.
Kecakapan tersebut dicapai, dengan memilih
materi matematika melalui aspek berikut.
2.1.4.1 Bilangan
a. Melakukan
dan menggunakan sifat-sifat operasi hitung bilangan dalam pemecahan masalah.
b. Menaksir
hasil operasi hitung.
2.2.4.2 Pengukuran dan Geometri
a. Mengidentifikasi
bangun datar dan bangun ruang menurut sifat, unsur, atau kesebangunannya.
b. Melakukan operasi hitung yang melibatkan
keliling, luas, volume, dan satuan pengukuran.
c. Menaksir ukuran (misal: panjang,
luas, volume) dari benda atau bangun geometri.
d. Mengaplikasikan konsep geometri
dalam menentukan posisi, jarak, sudut, dan transformasi, dalam pemecahan
masalah dalam mata pelajaran Matematika.
2.2.4.3 Peluang dan statistika
a. Mengumpulkan,
menyajikan, dan menafsirkan data agar data menjadi jelas dan mudah dimengerti.
b. Menentukan dan menafsirkan peluang suatu
kejadian tertentu dan ketidakpastian.
2.2.4.4 Trigonometri
a.
Menggunakan perbandingan, fungsi, persamaan dan
identitas trigonometri dalam pemecahan masalah.
2.2.4.5 Aljabar
a.
Melakukan operasi hitung dan manipulasi aljabar pada
persamaan, pertidaksamaan, dan fungsi, yang meliputi: bentuk linear, kuadrat,
dan suku banyak, eksponen dan logaritma, barisan dan deret, matriks, dan
vektor, dalam pemecahan masalah.
2.2.5
Standar Kompetensi Mata Pelajaran Matematika Sekolah Dasar
Kemampuan matematika yang
dipilih dalam standar kompetensi ini dirancang sesuai dengan kemampuan dan
kebutuhan siswa dengan memperhatikan perkembangan pendidikan matematika di
dunia sekarang ini. Untuk mencapai kompetensi tersebut dipilih materi-materi
matematika dengan memperhatikan struktur keilmuan, tingkat kedalaman materi,
serta sifat esensial materi dan keterpakaiannya dalam kehidupan sehari-hari. Secara
rinci, standar kompetensi tersebut
dijelaskan sebagaimana berikut ini.
2.2.5.2 Bilangan
a.
Menggunakan bilangan dalam pemecahan masalah.
b.
Menggunakan operasi hitung bilangan dalam pemecahan
masalah.
c.
Menggunakan konsep bilangan cacah dan pecahan dalam
pemecahan masalah.
d.
Menentukan
sifat-sifat operasi hitung, faktor, kelipatan bilangan bulat dan pecahan serta
menggunakannya dalam pemecahan masalah.
e.
Melakukan operasi hitung bilangan bulat dan pecahan,
serta menggunakannya dalam pemecahan masalah.
2.2.5.3
Pengukuran dan Geometri
a.
Melakukan pengukuran, mengenal bangun datar dan bangun
ruang, serta menggunakannya dalam
pemecahan masalah sehari-hari.
b.
Melakukan pengukuran, menentukan unsur bangun datar dan
menggunakannya dalam pemecahan masalah.
c.
Melakukan
pengukuran keliling dan
luas bangun datar
dan menggunakannya dalam
pemecahan masalah.
d.
Melakukan pengukuran, menentukan sifat dan unsur bangun
ruang, menentukan kesimetrian bangun datar serta menggunakannya dalam pemecahan
masalah.
e.
Mengenal
sistem koordinat pada bidang datar.
2.3
Unsur-unsur Bagun Datar
2.3.4
Unsur Bangun Datar Persegi
Unsur Bangun Datar Persegi
Bangun datar persegi memiliki unsur-unsur sebagai berikut
:
a.
Memiliki 4 buah sisi yang sama panjang.
b.
Memiliki 2 pasang sisi berhadapan sejajar.
c.
Memiliki 4 buah titik sudut.
d.
Keempat sudutnya siku-siku atau besarnya masing-masing
900.
e.
Memiliki 4 simetri lipat.
f.
Memiliki 4 simetri putar.
2.3.5
Unsur Bangun Datar Persegipanjang
![]() |
Bangun datar persegi panjang memiliki unsur-unsur sebagai
berikut :
a.
Memiliki 4 buah sisi.
b.
Memiliki 2 pasang sisi berhadapan sama panjang dan
sejajar.
c.
Memiliki 4 buah titik sudut.
d.
Keempat sudutnya siku-siku atau besarnya masing-masing
900.
e.
Memiliki 2 simetri lipat.
f.
Memiliki 2 simetri putar.
2.4
Metode Kerja Kelompok
2.4.4
Pengertian Kerja Kelompok
Istilah
kerja kelompok dapat diartikan sebagai bekerjanya sejumlah siswa, baik sebagai
anggota kelas secara keseluruhan atau sudah terbagi menjadi kelompok-kelompok
yang lebih kecil, untuk mencapai suatu tujuan tertentu secara bersama-sama.
Selain itu, kerja kelompok juga ditandai oleh:
1.
Adanya tugas bersama,
2.
Pembagian tugas dalam kelompok, dan
3.
Adanya kerja sama antara anggota kelompok dalam
penyelesaian tugas kelompok.
2.4.5
Tujuan Pemakaian Metode Kerja kelompok
Metode
kerja kelompok digunakan dalam proses belajar mengajar dengan tujuan:
1.
Memupuk kemauan dan kemampuan kerja sama di antara para
siswa.
2.
Meningkatkan keterlibatan sosio-emosional dan
intelektual para siswa dalam proses belajar mengajar yang diselenggarakan.
3.
Meningkatkan perhatian terhadap proses dan hasil dari
proses belajar mengajar secara berimbang.
2.4.6
Jenis-jenis Pengelompokan
Dalam
penerapan metode kerja kelompok, guru dituntut untuk memiliki keterampilan
melakukan pengelompokan terhadap para siswanya. Ada berbagai jenis cara
pengelompokan yang dapat dilaksanakan oleh guru, cara-cara tersebut adalah :
1.
Pengelompokan didasarkan atas ketersediaan fasilitas.
Suatu
pengelompokan yang dilakukan karena fasilitas belajar yang tersedia tidak
sebanding dengan jumlah yang dibutuhkan. Untuk kepentingan praktis, kelompok
dibagi berdasarkan jumlah fasilitas yang tersedia.
2.
Pengelompokan atas dasar perbedaan individu dalam minat
belajar.
Pengelompokan
ini dilaksanakan apabila untuk kepentingan perkembangan setiap siswa dianggap
perlu untuk lebih banyak memberikan kesempatan mengembangkan minat dan
kemampuan masing-masing.
3.
Pengelompokan dilaksanakan atas dasar perbedaan individual
dalam kemampuan belajar.
Pengelompokan
ini dilaksanakan apabila untuk kepentingan lancarnya kegiatan dibutuhkan
kemampuan tertentu para anggota kelompok. Pengelompokan ini juga diperlukan
terutama pada waktu guru menghadapi komposisi keanggotaan kelompok yang sangat
heterogen kecakapannya. Cara pengelompokan ini akan menghasilkan kelompok yang
homogen kecakapannya atau kelompok yang heterogen kecakapannya.
4.
Pengelompokan untuk memperoleh dan memperbesar
partisipasi siswa sebagai anggota kelompok.
Pengelompokan
ini dilaksanakan oleh guru, jika menganggap partisipasi siswa diperlukan untuk
menyelesaikan tugas. Kelas dapat dibagi dalam kelompok-kelompok yang relatif
kecil (3-4orang), sehingga setiap anggota kelompok dapat dijamin kepastiannya
terlibat dalam kerja kelompok.
2.4.7
Peranan Guru dan Variabel Penentu Keberhasilan
dalam Pelaksanaan Metode Kerja Kelompok
Guru
sangat berkepentingan terhadap variabel penentu keberhasilan palaksanaan kerja
kelompok, dikarenakan oleh dua sebab utama. Pertama, dikarenakan variabel
penentu tersebut digunakan untuk menetapkan taraf keberhasilan proyek kelompok.
Dan sebab kedua, hal tersebut digunakan oleh guru untuk keperluan mengerti
kelompok-kelompok dengan lebih baik.
Variabel-variabel yang
menentukan keberhasilan kerja kelompok meliputi :
1.
Tujuan yang jelas.
2.
Interaksi anggota kelompok.
3.
Kepemimpinan kelompok.
4.
Suasana kerja kelompok.
5.
Tingkat kesulitan tugas.
Keberhasilan
pemakaian metode kerja kelompok selain ditentukan oleh variabel-variabel
seperti diuraikan sebelumnya, ditentukan oleh kemampuan atau
kecakapan guru dalam menjalankan peran-perannya.
guru dalam pemakaian metode
kerja kelompok, meliputi :
1.
Guru sebagai pengelola (manajer), yakni peran guru
membantu para siswa mengorganisasi diri, mengatur tempat duduk dan bahan-bahan
yang diperlukan.
2.
Guru sebagai pengamat (observer), yakni peran guru
untuk mengamati dinamika kelompok (perubahan dan perkembangan interaksi dalam
kelompok), sehingga guru dapat mengarahkan dan membantunya bila diperlukan.
3.
Guru sebagai pemberi saran (advisor), yakni peran guru
untuk memberikan saran-saran kepada kelompok tentang penyelesaian tugas
kelompok bila diperlukan.
4.
Guru sebagai penilai (evaluator), yakni peran guru
untuk menilai proses dan hasil kerja kelompok.
2.5
Hubungan Teori Antara Variabel Permasalahan
dengan Variabel Tindakan
Telah dijelaskan pada bab sebelumnya bahwa tujuan penelitian tindakan
kelas ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas IV SD Negeri Harapan Bangsa Lidah Wetan Surabaya
tahun 2011 dalam mengenal dan menyelidiki unsur-unsur bangun datar melalui
metode discovery. Dengan kata lain, ingin variabel permasalahan ditingkatkan
atau mendapat pengaruh positif dari variabel tindakan. Variabel permasalahan
yang dimaksud adalah “kemampuan
mengenal dan menyelidiki
unsur-unsur bangun datar”.
Sedangkan
variabel tindakan adalah “metode kerja kelompok”.
Dengan adanya variabel tindakan yang berupa “metode kerja kelompok”,
diduga akan memberi pengaruh positif dan dapat meningkatkan variabel
permasalahan yang berupa “kemampuan mengenal dan menyelidiki unsur-unsur bangun
datar”. Hal itu berarti, dengan menggunakan metode kerja kelompok, maka akan
dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas IV SD Negeri Harapan Bangsa Lidah Wetan Surabaya tahun 2011 dalam
mengenal dan menyelidiki unsur-unsur bangun datar.
Dengan demikian, dalam bab-bab selanjutnya diharapkan dapat terjawab
hipotesis tindakan dalam penelitian ini, yaitu “jika siswa menggunakan metode
kerja kelompok, maka kemampuan siswa kelas IV SD Negeri Harapan Bangsa Lidah Wetan Surabaya tahun 2011 dalam mengenal dan menyelidiki unsur-unsur
bangun datar akan meningkat”.
